|
Feature
Sabtu, 21 Juni 2008, 21:22 WIB
10 Terbaik Sukses Pelatih Asing
Merapatnya Luiz Felipe Scolari ke Stamford Bridge berpotensi menembus jajaran pelatih asing yang menuai sukses di Premier League.
Pelatih berdarah Brasil tersebut merupakan manajer keenam The Blues dalam 12 tahun terakhir. Dengan segudang pengalaman mengesankan di level Internasional, kini pertanyaannya mampukah Scolari mendulang kejayaan ketika menangani The Blues?
Berikut, kami paparkan 10 manajer non Inggris yang meraih sukses di ajang Premier League.
1. Arsene Wenger (Arsenal)
The Gunners mampu menampilkan permainan yang atraktif sejak di era Arsene Wenger. Setelah meramu skuad yang identik dengan pemain mudanya, Wenger mulai mampu mempersembahkan gelar juara. Sangat mengagumkan ketika Wenger mempersembahkan double winner di tahun 1998, kemudian diikuti dua gelar juara lagi selanjutnya tiga Piala FA. Bahkan, hanya kurang 14 menit lagi Arsenal mampu menjuarai Liga Champions dua tahun yang lalu (akhirnya takluk dari Barcelona 1-2).
2. Jose Mourinho (Chelsea)
Scolari memang kini menangani Chelsea, akan tetapi ‘hantu’ Mourinho tak dapat dilupakan dari Stamford Bridge. Ketika sang pemilik Chelsea Roman Abramovich haus akan gelar Premier League, pelatih berdarah Portugal tersebut langsung mmeberi jawaban pasti. Mourinho menorehkan gelar juara Premier League dua kali berturut-turut. Akan tetapi, tak kunjung mendapatkan gelar juara Liga Champions membuatnya didepak dari Stamford Bridge.
3. Rafa Benitez (Liverpool)
Tak main-main, pelatih berdarah Spanyol ini telah mengantarkan The Reds merengkuh mahkota juara Liga Champions di tahun 2005. Setahun kemudian menorehkan gelar Piala FA. Dan di tahun 2007, Rafa kembali mengantarkan Liverpool masuk final Liga Champions, namun kali ini AC Milan yang keluar sebagai juara. Sangat genting, dia belum mampu menorehkan gelar juara Premier League.
4. Gerard Houllier (Liverpool)
Pelatih berdarah Perancis, yang pernah menjabat sebagai guru sekolah di Liverpoo ini, keluar bak pahlawan ketika mengantarkan The Reds meraih treble winner di tahun 2001 – FA Cup, Piala Liga dan Piala UEFA. Akan tetapi, sentuhannya mulai pudar. Selain itu, kesehatan juga menjadi kendala.
5. Avram Grant (Chelsea)
Satu kisah lagi dari sejarah Chelsea mengenai perekrutan dan pendepakan. Grant menjabat sebagai pelatih Chelsea sebagai suksesor Jose Mourinho pada September tahun lalu. Hanya saja, Grant tidak diberkahi keberuntungan. Pelatih berkebangsaan Israel tersebut hanya mampu mengantarkan The Blues menjadi runner-up Premier League, yang ditentukan di laga pamungkas. Dan kegagalan penalti dari John Terry membuatnya gagal mengantarkan Chelsea menjuarai Liga Champions.
6. Gianluca Vialli (Chelsea)
Suporter Chelsea begitu takjub ketika Vialli membuka jalan menuju keberhasilan di Stamford Bridge di era sebelum Abramovich. Mengambil alih kursi panas kepelatihan dari Ruud Gullit di pertengahan musim 1998-99, pelatih berdarah Italia tersebut mengantarkan The Blues merajai Piala Winners dan Piala Liga. Piala FA dan Piala Super Eropa mengikuti, namun dirinya mendapat pendepakan pada tahun 2000.
7. Juande Ramos (Tottenham Hotspur)
Spurs menunggu gelar juara selama sembilan tahun, akan tetapi Juande Ramos hanya membutuhkan empat bulan untuk mempersembahkan Piala Liga. Kini, harapan besar pun berada di pundaknya untuk mengantarkan Spurs menembus empat besar Premier League. Label raja kompetisi yang disadangnya ketika menukangi Sevilla diharapkan menular ketika memimpin Spurs.
8. Claudio Ranieri (Chelsea)
Ranieri menjabat pelatih di Chelsea ketika Roman Abramovic merapat ke Stamford Bridge. Dia pun akhirnya mendapat pendepakan setelah empat musim tanpa gelar. Akan tetapi, diakhir eranya di Stamford Bridge, pelatih berdarah Italia tersebut mengantarkan Chelsea menduduki runner-up Premier League dan terdepak di semi-final Liga Champions.
9. Sven Goran Eriksson (Manchester City)
Pelatih asal Swedia tersebut merupakan arsitek pertama City di era Thaksin Shinawatra. Keberhasilan terbesarnya adalah mengantarkan City dua kali membungkam rival sekotanya Manchester United di ajang Premier League. Tak memenuhi ekspektasi tinggi dari sang pemilik yang menginginkan klub-nya masuk ke zona Liga Champions, Eriksson pun diganti Mark Hughes.
10. Martin Jol (Tottenham Hotspur)
Orang Belanda ini menjabat sebagai pelatih di White Hart Line hanya berselang lima bulan setelah merapat sebagai asisten Jacques Santini pada tahun 2004. Dia pun kemudian sukses membawa Spurs masuk jajaran lima besar Premier League. Akan tetapi, keterpurukan Spurs di awal musim 2008/09 membuatnya didepak dari White Hart Line.
|